Makanan yang Sebaiknya di Hindari Saat Berbuka Puasa

Makanan yang Sebaiknya di Hindari Saat Berbuka Puasa. Saat berbuka puasa biasanya kita sering kalap dan juga khilaf dengan memasukkan apa saja yang tersedia di rumah. Padahal sejatinya memakan makanan yang tepat saat berbuka dan sahur merupakan aspek penting dalam mendukung kelancaran berpuasa yang kita lakukan. Jangankan memakan makanan yang tepat, justru kebanyakan dari kita sengaja membeli makanan apa saja yang di sukai untuk berbuka puasa.

Kenapa kita sering melakukan itu? karena sebagian besar dari masyarakat menganggap bahwa kita harus merayakan kemenangan setelah berpuasa selama sehari penuh. Padahal sebenarnya hal yang kita lakukan itu tidaklah tepat. Menurut konsultan gizi Rita Ramayulis, bahwasannya puasa memungkinkan tubuh mengalami detoksifikasi atau penghilangan zat beracun dari tubuh secara alami. Tetapi manfaat puasa yang didapat menjadi tidak maksimal jika kandungan gizi makanan yang kita makan saat sahur, berbuka dan malam hari tidak kita perhatikan.

Nah, dibawah ini adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya di hindari dan juga minuman yang harus Anda hindari pula saat berbuka puasa dan juga sahur:

gorengan bakwan

  1. Buka puasa dengan makanan gorengan

Menurut Rita, bahwasannya makanan yang digoreng membuat organ pencernaan bekerja lebih keras, akibatnya tubuh menjadi mudah lelah. Ia juga mengatakan bahwa ketika organ puasa ingin detoksifikasi, pekerjaan ringan. Jika Anda mengkonsumsi gorengan, kemudian gorengan ini akan dicerna dengan enzim lipase di mulut, namun tidak selesai kemudian masuk ke perut, masuk ke usus halus, di sinilah pekerjaan menjadi lebih berat. Jadi sebaiknya Anda mengkonsumsi gorengan dipindahkan saat malam hari setelah sholat tarawih saja.

  1. Buka puasa dan sahur dengan minuman yang hanya mengandung sukrosa

Selanjutnya yaitu hindarilah berbuka puasa hanya dengan minuman yang mengandung sukrosa seperti teh manis. Saat berbuka puasa yang terpenting adalah segera menaikkan kadar gula darah agar menjadi stabil. Sukrosa saja tidaklah cukup, tetapi glukosa dan fruktosa juga dibutuhkan. Nah, di saat seperti ini konsumsi kurma sangat dianjurkan karena mengandung glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Selain itu, kandungan kurma juga kaya akan serat, kalium, kalium dan juga vitamin A. Selain itu, jus mangga, pisang, dan pepaya juga bagus untuk dijadikan pilihan saat sahur dan berbuka.

  1. Sahur dengan total lemak tinggi

Rita mengatakan bahwa saat sahur kebutuhan energi dan nutrisi haruslah terpenuhi. Sebaiknya anda memilih makanan yang bisa dicerna lebih lambat dan juga secara bertahap. Rita juga mengatakan bahwa sebaiknya kita memilih makanan yang mengandung protein rendah lemak supaya tubuh menjadi tidak mudah lelah.

  1. Berbuka dengan makanan yang merangsang asam lambung.

Makanan yang sebaiknya di hindari selanjutnya yaitu berbuka puasa dengan makanan yang merangsang asam lambung. Misalnya saja memakan makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, terlalu manis dan juga mengandung kafein. Contohnya: nasi padang, jus lemon, teh manis atau bahkan kopi. Jika pun Anda sangat ingin berbuka puasa dengan jenis makanan ini, setidaknya Anda membuatnya sendiri supaya Anda bisa mengatur kadar kepedasan, keasaman, atau mengurangi takaran teh atau kopi yang lazim di lakukan.

  1. Berbuka dengan makanan yang mengandung gas

Makanan yang sebaiknya kita hindari selanjutnya yaitu berbuka puasa dengan memakan makanan yang mengandung gas. Adapun makanan yang mengandung gas contohnya yaitu seperti nangka, kubis, durian dan juga minuman berkarbonasi macam sprite dan cocacola. Mungkin sedikit saja boleh ya untuk mengatasi rasa ingin yang Anda miliki.

  1. Hindari makanan berkalori tinggi

Yang terakhir yaitu sebaiknya kita menghindari makanan yang berkalori tinggi. Kenapa demikian? Karena makanan yang memiliki kalor tinggi akan menyebabkan Anda terkena dehidrasi dan tentu akan mengganggu metabolisme tubuh untuk detoksifikasi. Contoh makanan tinggi kalori yaitu dari jenis kacang- kacangan.

Saat Anda berpuasa, meski aktivitasnya tetap seperti biasa, tetapi energinya memerlukan lebih sedikit. Tubuh akan beradaptasi ketika penggunaan energi agar pekerjaan tubuh berkurang. Karena itulah, maka konsumsi makanan perlu diatur secara seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, sayuran, buah-buahan dan juga serat sesuai porsi masing-masing.

Demikian artikel tentang makanan yang sebaiknya di hindari saat berbuka puasa. Jika Anda pecinta makanan tersebut di atas, mulailah untuk mempertimbangkan tidak mengkonsumsinya atau setidaknya menguranginya ya! Meskipun enak dan menggoda, tetapi Anda tetap harus mempertimbangkannya demi jangka panjang kesehatan Anda.

Leave A Reply

Your email address will not be published.